Agar cinta kami tidak melebihi cinta-Mu Ilahi


Isteri: “Wahai suamiku perjelaskan kepada isterimu mengenai perhiasan yang kita miliki ini.”

Suami: “Wahai isteriku bukankah perhiasan ini akan menyerikan lagi ruang kediaman kita.”

Isteri: “Duhai suamiku… andai dapat engkau membaca isi hatiku dari mata hatimu ketahuilah bahawa belum pernah engkau menghiaskan hatiku dengan kalimah Allah. Maka, apakah yang paling mulia di sisi pencipta kita berdua?”

Suami: “Tidakkah engkau mengetahui wahai isteriku. Sesungguhnya menghiaskan hatimu dengan kalimah Allah itulah yang mulia. Maafkan aku wahai isteriku kerana telah sekian lama kekayaan ini membuatkan aku alpa. Kemari wahai isteriku. Dekatilah aku.”

Isteri: “Duhai suamiku… betapa benar-benar engkau memerlukanku. Namun, aku tidak upaya kerana aku juga manusia biasa. Mintalah suamiku. Mintalah sebanyak-banyaknya kepada Allah dengan penuh ikhlas dan takwa. Pasti engkau akan terasa dekat dengan-Nya tapi bukan isterimu. Pasti engkau ditemani-Nya sentiasa tanpa lelah tapi bukan isterimu. Pasti juga engkau akan diperingatkan daripada-Nya tanpa dusta tapi bukan isterimu.

Suami: “Mengapa wahai isteriku?”

Isteri: “Wahai suamiku, bukankah dunia ini persinggahan bagi kita. Bukankah juga hidup dan mati kita ini telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Maka, apakah masih ada lagi kasih sayang dan cinta kita yang dapat membatasi cinta-Nya.”

Suami: “Benar wahai isteriku. Cinta dan kasih sayang kita hanya kerana Allah semata. Moga kita dipertemukan lagi di syurga yang tertinggi di sisi pencipta kita. Terima kasih isteriku. Cintaku padamu duhai isteriku tidak akan membatasi cintaku pada Allah. Moga kita bahagia di dunia dan di akhirat sana. Insya-Allah.

Isteri: “Bersyukurlah suamiku. Bersabarlah dengan segala mehnah dan tarbiyah Allah.”



JZKK (JazaKallahu Khairan Kathira - Thanks a lot)

May Allah Rewards us Jannatul Firdaus.. Ameen..

Together WE make history for OUR ummah!

Ketenangan...

Kayakinan & Kepastian


Jika engkau mengenal belum pasti engkau cintai
Jika engkau mencintai belum pasti engkau rindui
Jika engkau merindui belum pasti engkau tangisi
Jika engkau tangisi maka yakinlah seikhlas hati
Bahawa air matamu itu milik Ilahi
Yang selama ini engkau cintai
Yang selama ini engkau rindui
Yang selama ini engkau tangisi
Maka sesungguhnya keyakinan milikmu itu di hati
Namun, kepastian itu milik Maha Pencipta yang Hakiki

3 Jawapan yang bernas

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke
tanah
air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari
seorang
guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3
pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang
kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab
pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak
mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:

1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2.Apakah yang dinamakan takdir

3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat
dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka
memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya..

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar
anda?
Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat
dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat
yang
menyakitkan untuk syaitan.

Pengembaraan yang seterusnya...

Pengembaraan baru dalam kehidupan akan bermula. Walaupun jauh tapi di hati ia dekat. Yang jauh itu permaisuriku (bonda)dan yang dekat itu Allah. Hati semakin tenang. Moga Allah redha dengan pengembaraan ini. Terima kasih di atas restu yang bonda berikan. Terima kasih buat keluarga yang terus memberikan keyakinan, juga sahabat yang memperkenalkan pengembaraan ini.

"Sesungguhnya pengembaraan kehidupan tidak akan berakhir selagi ajal belum sampai"

Hebahan..........